Perempuan Kejar Pelaku Pelecehan Saat Berkendara di Pati

@kumparan

Pemotor perempuan berusia 24 tahun, warga Kecamatan/Kabupaten Pati, mengaku menjadi korban pelecehan di Jalan Raya Pati-Kudus pada Rabu (4/3) sekitar pukul 19.46 WIB. Korban sempat mengejar pelaku, tetapi pelaku kabur. Berdasarkan keterangan korban yang enggan disebutkan namanya, peristiwa itu terjadi saat ia melintasi Jalan Panglima Sudirman dari arah Kecamatan Margorejo menuju Pati Kota. Sesampainya di lokasi kejadian, korban tiba-tiba dipepet seorang pria yang mengendarai motor Honda Vario warna hitam dengan nomor polisi Z 5699 HAG. Pelaku melancarkan aksinya saat korban masih mengendarai motor. Pelaku lolos dengan cara masuk ke Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo. “Pelaku lari ke arah persawahan gelap. Saya sudah nggak berani mengejar lagi,” kata korban kepada awak media. Atas kejadian tersebut, korban belum mau melapor kepada polisi karena masih trauma. Kasi Humas Polresta Pati, Ipda Hafid Amin, mengatakan akan mengecek terlebih dahulu adanya laporan dugaan tindakan asusila tersebut. “Kami cek dulu untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Hafid. 📸: Dok. Istimewa. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: newsupdate | update | news | svl | R023 | E164 bicarafaktalewatberita kumparan

♬ original sound – kumparan – kumparan

Seorang perempuan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menjadi sorotan publik setelah aksinya mengejar pria yang diduga melakukan pelecehan seksual saat berkendara viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi pada malam hari ketika korban sedang mengendarai sepeda motor seorang diri.

Berdasarkan video yang beredar, korban yang diketahui berusia 24 tahun itu diduga menjadi sasaran tindakan tidak senonoh oleh seorang pria di jalan raya. Pelaku disebut melakukan aksi pelecehan dengan menyentuh tubuh korban saat sama-sama berada di atas kendaraan bermotor.

Merasa tidak terima atas perlakuan tersebut, korban langsung mengejar pelaku menggunakan motornya. Aksi pengejaran itu direkam dan kemudian diunggah ke media sosial hingga menarik perhatian warganet. Banyak pengguna media sosial memberikan dukungan kepada korban karena dinilai berani melawan tindakan pelecehan di ruang publik.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya keamanan bagi perempuan, terutama saat berkendara sendirian di malam hari. Pelecehan seksual di jalan raya masih menjadi persoalan yang sering dialami perempuan dan menimbulkan rasa takut serta trauma bagi korban.

Masyarakat pun berharap aparat dapat menindak tegas pelaku pelecehan agar memberikan efek jera. Selain penegakan hukum, edukasi mengenai penghormatan terhadap sesama dan pentingnya menjaga keamanan di ruang publik juga dinilai perlu terus ditingkatkan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tindakan pelecehan sekecil apa pun tidak dapat dibenarkan. Keberanian korban untuk melawan diharapkan dapat mendorong korban lain agar tidak takut melapor ketika mengalami tindakan serupa

Categories:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *