
Di tengah keramaian kota yang dipenuhi gedung-gedung tinggi, terdapat anak-anak usia sekolah yang rela meredam mimpinya dengan bekerja di jalanan untuk membantu perekonomian keluarga. Kaki-kaki kecil mereka menelusuri jalanan di siang dan malam hari demi mencari sesuap nasi. Seperti tak ada waktu untuk beristirahat, saat langit sudah gelap pun mereka masih terus mencari pundi-pundi rupiah dengan berjualan dan mengamen menggunakan alat seadanya.
Dibalik perjuangan yang dihadapi, mereka tentu memiliki semangat yang tinggi untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik. Mungkin ini terdengar tak adil, tapi bagi mereka yang harus membantu perekonomian keluarga, hal tersebut bukanlah sebuah pilihan, melainkan hanya angan-angan. Karena keadaan, mereka terpaksa berperan layaknya orang dewasa dalam menghadapi sulitnya kehidupan.
Tak sedikit dari mereka yang berjualan dengan penuh senyum dan semangat, walaupun terlihat muka lelah dan penuh harap agar bisa pulang.
Bagaikan terang di tengah gulita, Sekolah Master Indonesia yang terletak di Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, sudah berdiri sejak tahun 2000. Sekolah Master membuka peluang dan harapan bagi anak-anak dengan kemampuan ekonomi yang rendah untuk meraih mimpi dan cita-cita. Sekolah di bawah naungan Yayasan Bina Insan Mandiri ini menyediakan dua jalur pendidikan, yaitu secara formal dan non-formal atau kesetaraan, diantaranya Paket A (SD) Paket B (SMP) Paket C (SMA).
Sekolah Master tak memungut biaya buku atau seragam, para murid hanya perlu membayar uang kas senilai seribu rupiah untuk kebutuhan belajar-nya. Namun, disisi lain terdapat beberapa anak yang masih belum mampu untuk membayar uang kas, dan pihak sekolah memaklumi keadaan ekonomi para muridnya.
Tak sedikit dari mereka yang jarang menghadiri kelas pembelajaran-nya karena keterbatasan ongkos, sebagian dari mereka terkadang memilih untuk mencari nafkah seperti mengamen, berjualan, bahkan menjadi manusia silver.
Sekolah Master menerima semua murid dari segala umur untuk melanjutkan pendidikan-nya. Bahkan, Sekolah Master menerima murid yang berkebutuhan khusus yang nantinya ditempatkan di kelas tersendiri, seperti Kelas Mentari yang terdiri dari anak-anak dengan berbagai macam keterbatasan dan memerlukan perlakuan khusus.
Sekolah Master menjadi harapan bagi anak-anak jalanan yang putus asa dalam meraih mimpi dan cita-cita. Sekolah Master percaya bahwa pendidikan bukan hanya sekedar tempat untuk belajar membaca ataupun menulis, tetapi juga tempat untuk mengembangkan potensi dan menentukan sebuah cita-cita.
Penulis: Nayla Nazmi Mahira

Leave a Reply